Senin, 06 Januari 2014

Indonesia : Apa Sih Istimewanya negeri ini?


Terkadang kita baru bisa merasakan rasa kehilangan bila sesuatu itu sudah pergi. Kelihatannya kata-kata hikmah ini adalah kata-kata yang klise dan terkesan basi. Sayangnya walau terkesan basi, banyak yang belum tahu betul apa arti dari kata-kata mutiara tadi.

Saya akan langsung saja mengaitkan kata-kata mutiara tadi dengan sikap kita sebagai bangsa, khususnya bangsa yang belum maju. 

Sebagai bangsa yang belum maju, kita yang terbilang bangsa yang masih latah ini, entah mengapa sering mempermalukan bangsa sendiri, membandingkan bangsa lain tanpa tahu resiko menjadi bangsa lain. 

Sebagai contohnya, banyak para K-Popers atau K-Lovers yang menyukai Korea, mulai membandingkan Indonesia dengan Korea. Korea pekerja keras, Korea bagai surga, dan sejelek-jeleknya Korea, ga ada jeleknya (ini saya kutip di berbagai postan di internet). Atau pembaca kebetulan pecinta anime (saya dulu juga suka sekali, saking sukanya jadi bosen sekarang), yang mendewakan apapun yang berbau Jepang?
Ilustrasi Kefanatikan Thd Budaya Lain

Bahkan ada pecinta Norwegia yang mengebash Indonesia lantaran ingin pindah kewarganegaraan. Dan bashingnya pun terhitung tidak berkualitas, hanyalah sekedar opini hancur ababil yang sedang kagol di media sosial. Hahahahaha.

Saya akan bercerita tentang saya sendiri yah, agar pembaca tahu mengapa saya menulis blog ini. Saya mahasiswa abadi (saya sedang skripsi, jadi ya doakan saja tiga bulan lagi ga jadi mahasiswa lagi), tapi bukan karena bodoh. Namun karena dikecewakan oleh sistem pendidikan perguruan tinggi di Indonesia berkali-kali. Saya pernah kuliah di tiga universitas, pertama di UGM Fakultas Ilmu Budaya, Kedua di UM Magelang jurusan BK (Kalau di UNNES Psikologi Pendidikan dan sekarang sedang skripsi) dan Univ. Terbuka Jurusan Sosiologi (tapi ngambang, rencananya saya teruskan setelah skripsi ini rampung). Walaupun dikecewakan, saya tahu keadaan negeri ini akan banyak berubah bila kitalah yang mengubahnya, sedikit demi sedikit. 

Saya menulis blog ini karena prihatin. Sangat prihatin. Banyak teman saya fanatik dengan negara lain. yang disayangkan adalah mereka  bukan ababil lagi, tapi sudah pada dewasa muda (27an tahun). Berbagai latar belakang membuat mereka menjadi fanatik, tetapi tidak melihatnya sebagai trigger untuk membuat negeri ini lebih baik. Blog ini akan menjadi blog yang mengupas habis tentang perbandingan budaya Indonesia, dengan budaya negara-negara dimana kita fanatik (Korea, Jepang, Inggris, Finlandia -->> ini mah saya yang suka hehehe, bahkan saya akan mengupas Arab, kalau lagi mood hehehehe)

Sayangnya kefanatikan di Indonesia plus ketidaktahuan (atau ketidakmautahuan) tentang kekurangan bangsa lain dan kelebihan bangsa kita sendiri. Entah mengapa jadinya malah kelihatan sebagai bangsa yang 'diperbudak', karena kita begitu terhipnotis oleh budaya-budaya tersebut.

Kembali ke kata-kata mutiara di awala blog ini, janganlah kita sampai menyesal bila nikmat kita menjadi orang Indonesia dicabut (misalnya pindah kewarganegaraan, tapi malah dibash di negara tsb). Jangan sampai menyesal, mungkin bisa saya ungkapkan di post-postan selanjutnya, karena itulah intinya dan apa yang akan dibahas blog ini.